Harga batu bara akan turun setengahnya di tahun 2023, ini alasannya!

Majikanpulsa.com – Harga batu bara turun lebih dalam di pekan ini akibat masih lemahnya permintaan, jatuhnya harga gas, dan perkiraan cuaca yang lebih hangat di Eropa. Pada perdagangan Jumat (10/2), batu bara memangkas pelemahan tersebut dan ditutup di harga US$ 206 per ton, turun 47% dari rekor tertinggi pada 5 September 2023. Konsumsi batu bara di Provinsi Hebei diperkirakan akan turun 10% pada tahun 2025.

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga batu bara turun lebih dalam di pekan ini setelah mulai terjun bebas sejak memasuki awal tahun 2023. Dalam sepekan terakhir, harga batu bara acuan dunia bahkan turun di bawah level US$ 200 per ton, meski kemudian mampu meredam pelemahan pada hari perdagangan terakhir.

Pada perdagangan Kamis (21/9/2023), harga batu kontrak Maret di pasar ICE Newcastle ditutup US$ 191,5 per ton, turun 16,38% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Batubara terakhir diperdagangkan di bawah level US$ 200 pada 3 Februari 2023 atau sebelum perang Rusia-Ukraina pecah. Harga penutupan juga merupakan yang terendah sejak 13 Januari 2023 atau sekitar 13 bulan terakhir dan merupakan penurunan harian selama setahun terakhir.

Namun, pada perdagangan Jumat (10/2), batu bara memangkas pelemahan tersebut dan akhirnya ditutup di harga US$ 206 per ton atau mengalami pelemahan 7,42% di kick. poin ke poin. Sejak awal tahun, harga batu bara sudah mencapai 47% dan jika dihitung dari rekor tertinggi pada 5 September 2023 (US$463,75 per ton) harganya akan mencapai 56%.

Turunnya harga batu bara disebabkan masih lemahnya permintaan, jatuhnya harga gas, dan perkiraan cuaca yang lebih hangat di Eropa.

Harga listrik di Eropa terus turun karena permintaan terus melambat. Cuaca di akhir pekan akan lebih panas.

Keadaan ini menyebabkan penggunaan ruangan menurun drastis yang berdampak pada kebutuhan listrik. Di sisi lain, pasokan dari pembangkit listrik tenaga angin juga semakin meningkat.

Produksi listrik dari tenaga angin di Jerman diprediksi akan meningkat sebesar 1,7 Giga Watt (GW) menjadi 20,1 GW pada periode mendatang di Perancis menjadi 200 Mega Watt (MW).

Namun, kebutuhan listrik di Jerman diperkirakan mencapai 1,7 GW dan di Prancis turun sekitar 1,6 GW. Faktor-faktor inilah yang membuat harga gas terus turun.

Harga batu bara juga terus berfluktuasi mengikuti pergerakan harga gas. Harga gas alam EU Dutch TTF (EUR) telah turun sebesar 7,6% untuk minggu ini dan 42,75% untuk bulan ini. Batubara merupakan sumber energi alternatif pengganti gas sehingga harganya saling mempengaruhi.

Masih lemahnya permintaan juga membuat harga batu bara turun. China sebagai penggerak utama harga batu bara belum menunjukkan peningkatan impor dalam jumlah besar.

China sebenarnya membeli pasir hitam dari Australia setelah melarang impor dari negara itu pada 2023. Dua kapal kargo dikirim ke pelabuhan China, salah satunya memuat 73.300 ton.

Namun, permintaan belum tinggi hingga pasokan di pelabuhan kini menumpuk.

Menurut Reuters, pasokan batu bara di pelabuhan utama China mencapai 34,65 juta ton pada pekan ini, level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Kabar buruk lainnya datang dari Provinsi Hebei. Departemen Lingkungan dan Ekologi Hebei memperkirakan bahwa konsumsi batu bara provinsi tersebut akan turun 10% pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2023.

PENELITIAN CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Mulai Mendingin, Batu Bara Melemah 4,09% Minggu Ini

(fsd/fsd)


#Harga #batu #bara #akan #turun #setengahnya #tahun #ini #alasannya Harga batu bara akan turun setengahnya di tahun 2023, ini alasannya!

Source: www.cnbcindonesia.com