Prosedur Penyitaan Aset Yang Dilakukan Bank – Majikanpulsa.com

Majikanpulsa.com – Coretan Prosedur Penyitaan Aset Yang Dilakukan Bank – Majikanpulsa.com

#Prosedur #Penyitaan #Aset #Yang #Dilakukan #Bank #Majikanpulsa.com

Adanya fasilitas pinjaman seperti KTA jelas membantu banyak orang, terutama yang membutuhkan uang. Kredit ini dapat diserahkan oleh siapa saja tanpa menjaminkan aset apapun sebagai gantinya. Selain itu, plafon yang besar dan jangka waktu pengembalian yang lama membuat pinjaman ini sangat diminati banyak orang.

Sayangnya, beberapa orang hanya memikirkan hal-hal yang baik. Setelah berhasil mendapatkan pinjaman, orang tersebut lupa membayar cicilan bulanan yang menyebabkan nominal cicilan di bulan berikutnya menumpuk. Akibatnya, potensi gagal bayar menjadi lebih besar.

Jika tidak segera dilunasi, bank terpaksa menyita sebagian atau seluruh aset untuk menutupi sisa utang yang belum terlunasi. Pertanyaannya, bagaimana prosedur penyitaan aset yang dilakukan oleh bank? Anda bisa menyimak informasinya di bawah ini.

1. Pemberitahuan Keterlambatan Pembayaran

Surat pemberitahuan keterlambatan pembayaran

Bank tidak langsung menyita aset Anda ketika bank menemukan adanya tunggakan angsuran. Pihak bank akan memberitahu Anda terlebih dahulu melalui surat yang berisi cicilan pokok, bunga, dan jangka waktu cicilan terutang. Atau telepon saja selama jam bank.

Surat pemberitahuan dikirim sebulan sekali, sedangkan panggilan telepon dilakukan seminggu sekali. Jika Anda belum membayar, bank akan lebih sering mengirimkan surat dan telepon sampai Anda melakukan pembayaran yang seharusnya.

Jika Anda tidak memperhatikan, bank akan mengirim karyawan untuk menagih hutang bank di tempat Anda. Jika memang ada masalah terkait pelunasan utang, maka bisa langsung didiskusikan atau dirundingkan dengan pegawai yang dikirim pihak bank.

2. Menerbitkan Surat Peringatan

surat pengingat

Jika poin nomor satu tidak berhasil, maka pihak bank akan mengirimkan surat peringatan terkait utang. Surat ini lebih tegas dari surat pemberitahuan atau teguran dari pegawai bank yang bisa dikirim maksimal tiga kali dalam seminggu.

Surat peringatan ini terdiri dari tiga tingkatan. Pertama, biasanya memuat informasi berupa penurunan kredit dari yang tadinya lancar menjadi kurang lancar dan dalam perhatian khusus. Kedua, mengubah informasi kredit dari mendapat perhatian khusus menjadi ragu karena Anda sendiri mengabaikan peringatan dari pihak bank.

Ketiga, status kredit berubah menjadi buruk, dimana catatan kredit ini akan langsung tercatat di Bank Indonesia. Jika kreditnya buruk, maka akan sulit mendapatkan pinjaman di kemudian hari karena pihak bank sendiri akan sangat berhati-hati sebelum memberikan pinjaman.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Pinjam Uang? Inilah jawabannya!

3. Harta kekayaan akan disita

perampasan aset

Apabila surat pemberitahuan dan peringatan tersebut di atas tidak diindahkan, maka bank terpaksa menyita harta kekayaan yang dimilikinya. Jumlah aset yang disita tergantung pada jumlah sisa utang yang harus dibayar. Semakin besar saldo, semakin banyak aset yang dapat disita bank.

Misalnya, jika sisa utang Rp 120 juta, bank bisa menyita satu unit mobil pribadi yang dianggap bisa dijual pada level yang sama. Jika itu tidak cukup, maka bank akan menyita kendaraan atau perhiasan lainnya untuk meningkatkan nilai jual mobil tersebut.

Barang-barang itu tetap disita sampai sisa hutang dibayarkan ke bank. Untuk itu, segera bayar sisanya jika masih sayang dengan barang yang disita bank.

Langkah Hukum Yang Dapat Diambil Jika Perampasan Aset Dilakukan Secara Ilegal

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri sendiri jika bank Anda tidak menindaklanjuti proses penyitaan. Pertama-tama, bentuk-bentuk pengambilalihan yang tidak dapat dibenarkan dapat dimasukkan dalam ruang lingkup kejahatan pengambilalihan. Pembatalan itu melanggar pasal 368 ayat 1 KUHP khusus dan diancam pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Jika menurut Anda proses penyitaan salah, Anda bisa melaporkannya ke polisi. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan gugatan perdata karena utang termasuk dalam perkara perdata. Bank yang tidak mengeluarkan agunan dapat dikenakan hukum pidana karena melanggar perjanjian yang dibuat antara debitur dan kreditur.

Tips Agar Aset Tidak Disita Bank

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan bagi nasabah yang memiliki utang kepada bank agar pelunasan atau pelunasan utangnya tetap lancar dan terhindar dari penyitaan aset oleh bank, sebagai berikut:

1. Perhatikan setiap Surat yang Dikirim oleh Bank

Pihak bank bisa dikatakan berbaik hati untuk tidak langsung menyita barang-barang pribadi. Namun, memilih mengirimkan surat pemberitahuan dan surat peringatan untuk segera membayar utang tersebut. Untuk itu, perhatikan surat ini.

Jika ada kendala untuk membayar, Anda bisa langsung berdiskusi dengan pihak bank untuk mendapatkan persetujuan pembayaran yang baru. Jika Anda menghilang atau tidak memberi kabar, pihak bank akan menganggap Anda berusaha menghindari utang.

2. Bayar Angsuran dengan benar

Tentu saja! Utang atas namanya harus dibayar, terlepas dari denominasi. Utang ini merupakan salah satu kewajiban yang memerlukan perhatian khusus apalagi jika pihak bank telah mengirimkan surat pemberitahuan dan peringatan ke alamat pribadi.

Jika Anda tidak memiliki uang, Anda diperbolehkan membayar cicilan minimum. Ini jauh lebih baik daripada menghilang, setidaknya masih menunjukkan tanggung jawab untuk membayar hutang yang ada.

3. Bernegosiasi dengan Bank

Jika keadaan keuangan tidak mampu membayar sisa utang sesuai kesepakatan, maka negosiasikan dengan pihak bank. Negosiasi ini termasuk permintaan keringanan cicilan, sehingga nominal cicilan yang dibayarkan pada bulan berikutnya lebih kecil dari bulan sebelumnya.

Keringanan di sini tidak mengurangi nominal utang sebenarnya, melainkan menurunkan atau meniadakan tingkat bunga pinjaman yang secara otomatis akan mempengaruhi nominal pembayaran. Sehingga pembayaran kembali lancar seperti semula dan utang dapat segera dilunasi.

Baca Juga: Akhir Bulan Sudah Tongpes? Atasi Gaji dengan 4 Cara Ini

Meminjam Harus Bijaksana

Seperti saat membeli barang, Anda juga harus mengajukan pinjaman dengan pertimbangan matang. Sehingga keputusan tersebut tidak membawa penyesalan atau bahkan kerugian dikemudian hari. Sesuaikan jumlah yang ingin Anda pinjam dengan keadaan keuangan Anda saat ini agar pelunasan kredit berjalan lancar setiap bulannya.

Baca Juga: Perbedaan Hutang Produktif dan Hutang Konsumtif, Anda Yang Mana?

#Prosedur #Penyitaan #Aset #Yang #Dilakukan #Bank #Majikanpulsa.com Prosedur Penyitaan Aset Yang Dilakukan Bank – Majikanpulsa.com