Perlu adanya edukasi secara terus menerus kepada masyarakat terkait fluktuasi harga BBM nonsubsidi

Majikanpulsa.com – Summarize this content to 69 words

Majikanpulsa.com – Edukasi dan komunikasi kepada masyarakat tentang perubahan harga BBM nonsubsidi karena itu harus diberikan agar masyarakat terbiasa dengan harga yang fluktuatif dan dinamis.

Hal ini menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman dan pencerahan serta kesadaran kepada konsumen BBM nonsubsidi yang mayoritas adalah masyarakat menengah ke atas.

“Masyarakat dengan sosialisasi ini akan mempersiapkan diri dalam penyesuaian anggaran bulanan. Mereka akan mengatur pembelian BBM dengan lebih baik karena ada harga yang lebih rendah dan harga yang lebih tinggi di bulan tersebut,” kata Basuki Trikora Putra, Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.

Basuki mengatakan, menjaga kepentingan semua pihak, pemerintah, perusahaan pemasok BBM, dan masyarakat konsumen adalah menjaga keamanan pasokan BBM di seluruh pelosok tanah air.

Baca Juga:
Batas Beli Solar, Pertamina Klaim Tidak Ada Kendala dan Antrean di Daerah

Apalagi, konsumen BBM eceran nonsubsidi adalah masyarakat mampu, menengah ke atas yang memiliki kendaraan pribadi. Karena itu, strategi penetapan harga sangat perlu direspons dengan baik.

“Hal ini akan memberikan kesiapan masyarakat untuk menggunakan BBM secara benar dan tepat waktu sehingga dapat berjalan optimal dalam aktivitasnya,” ujarnya.

Terdapat berbagai variabel yang menentukan harga BBM, antara lain BBM nonsubsidi atau non-public service obligation (PSO) antara lain harga minyak dunia, produk minyak olahan Mean of Platts Singapore (MOPS/Argus), inflasi, dan nilai tukar rupiah. . .

Fluktuasi minyak dunia bahkan harian sehingga harga BBM nonsubsidi harus sesuai dengan ekonomi.

“Penetapan harga BBM nonsubsidi oleh badan usaha tentunya sangat memperhatikan kondisi pertumbuhan ekonomi, sektor industri, daya beli, dan kelangsungan usaha badan usaha,” kata Basuki.

Baca Juga:
Harga BBM Pertamina terbaru, hari ini ada kenaikan

Wajar (fair) ketika harga minyak mentah naik, harga BBM nonsubsidi naik. Ketika harga minyak turun, harga BBM non-PSO juga ikut turun.

Mulyanto, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, mendukung penetapan harga BBM non subsidi atau non PSO secara berkala. Harga BBM non PSO yang merupakan BBM murni milik badan usaha adalah wajar yang ditetapkan oleh badan usaha.

“Ada baiknya melakukan evaluasi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Kalau bisa setiap minggu, itu lebih baik lagi,” kata Mulyanto.

Hingga saat ini, Pertamina merupakan badan usaha terbesar yang mendistribusikan dua jenis BBM, yaitu subsidi (PSO) dan non subsidi (non-PSO). Kategori bahan bakar non-PSO adalah Pertamax Series seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite serta Pertamina Dex. Sedangkan untuk BBM PSO atau subsidi adalah minyak tanah dan Pertalite.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyatakan tengah bernegosiasi dengan kementerian terkait untuk mengubah mekanisme penetapan harga BBM Pertamina dalam waktu singkat untuk menyesuaikan harga minyak dunia yang terus bergerak.

Pengumuman akan dilakukan pada jenis BBM yang tidak mendapat subsidi pemerintah atau biaya ekonomi. Salah satunya adalah bahan bakar pertamax.

“Makanya kami ingin konsultasi dulu agar harga pertamax di Indonesia bisa diumumkan setiap minggu, sehingga bisa sesuai dengan harga pasar,” jelas Erick.

Majikanpulsa.com – Edukasi dan komunikasi kepada masyarakat tentang perubahan harga BBM nonsubsidi karena itu harus diberikan agar masyarakat terbiasa dengan harga yang fluktuatif dan dinamis.

Hal ini menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman dan pencerahan serta kesadaran kepada konsumen BBM nonsubsidi yang mayoritas adalah masyarakat menengah ke atas.

“Masyarakat dengan sosialisasi ini akan mempersiapkan diri dalam penyesuaian anggaran bulanan. Mereka akan mengatur pembelian BBM dengan lebih baik karena ada harga yang lebih rendah dan harga yang lebih tinggi di bulan tersebut,” kata Basuki Trikora Putra, Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.

Basuki mengatakan, menjaga kepentingan semua pihak, pemerintah, perusahaan pemasok BBM, dan masyarakat konsumen adalah menjaga keamanan pasokan BBM di seluruh pelosok tanah air.

Baca Juga:
Batas Beli Solar, Pertamina Klaim Tidak Ada Kendala dan Antrean di Daerah

Apalagi, konsumen BBM eceran nonsubsidi adalah masyarakat mampu, menengah ke atas yang memiliki kendaraan pribadi. Karena itu, strategi penetapan harga sangat perlu direspons dengan baik.

“Hal ini akan memberikan kesiapan masyarakat untuk menggunakan BBM secara benar dan tepat waktu sehingga dapat berjalan optimal dalam aktivitasnya,” ujarnya.

Terdapat berbagai variabel yang menentukan harga BBM, antara lain BBM nonsubsidi atau non-public service obligation (PSO) antara lain harga minyak dunia, produk minyak olahan Mean of Platts Singapore (MOPS/Argus), inflasi, dan nilai tukar rupiah. . .

Fluktuasi minyak dunia bahkan harian sehingga harga BBM nonsubsidi harus sesuai dengan ekonomi.

“Penetapan harga BBM nonsubsidi oleh badan usaha tentunya sangat memperhatikan kondisi pertumbuhan ekonomi, sektor industri, daya beli, dan kelangsungan usaha badan usaha,” kata Basuki.

Baca Juga:
Harga BBM Pertamina terbaru, hari ini ada kenaikan

Wajar (fair) ketika harga minyak mentah naik, harga BBM nonsubsidi naik. Ketika harga minyak turun, harga BBM non-PSO juga ikut turun.

Mulyanto, Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, mendukung penetapan harga BBM non subsidi atau non PSO secara berkala. Harga BBM non PSO yang merupakan BBM murni milik badan usaha adalah wajar yang ditetapkan oleh badan usaha.

“Ada baiknya melakukan evaluasi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Kalau bisa setiap minggu, itu lebih baik lagi,” kata Mulyanto.

Hingga saat ini, Pertamina merupakan badan usaha terbesar yang mendistribusikan dua jenis BBM, yaitu subsidi (PSO) dan non subsidi (non-PSO). Kategori bahan bakar non-PSO adalah Pertamax Series seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite serta Pertamina Dex. Sedangkan untuk BBM PSO atau subsidi adalah minyak tanah dan Pertalite.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyatakan tengah bernegosiasi dengan kementerian terkait untuk mengubah mekanisme penetapan harga BBM Pertamina dalam waktu singkat untuk menyesuaikan harga minyak dunia yang terus bergerak.

Pengumuman akan dilakukan pada jenis BBM yang tidak mendapat subsidi pemerintah atau biaya ekonomi. Salah satunya adalah bahan bakar pertamax.

“Makanya kami ingin konsultasi dulu agar harga pertamax di Indonesia bisa diumumkan setiap minggu, sehingga bisa sesuai dengan harga pasar,” jelas Erick.

#Perlu #adanya #edukasi #secara #terus #menerus #kepada #masyarakat #terkait #fluktuasi #harga #BBM #nonsubsidi Perlu adanya edukasi secara terus menerus kepada masyarakat terkait fluktuasi harga BBM nonsubsidi

Source: www.suara.com