Jenis Biaya Saat dan Setelah Membeli Rumah – Majikanpulsa.com

Majikanpulsa.com – Jenis Biaya Saat dan Setelah Membeli Rumah – Majikanpulsa.com

#Jenis #Biaya #Saat #dan #Setelah #Membeli #Rumah #Majikanpulsa.com

Membeli rumah adalah impian banyak orang. Ketika impian Anda untuk memiliki rumah menjadi kenyataan, Anda pasti akan merasa senang, bangga, dan terharu. Penantian Anda akhirnya sia-sia karena telah membuahkan hasil yang Anda inginkan.

sesaat anggaran Setelah terkumpul, rumah bisa dibeli lewat pengembang atau bangun sendiri. Keduanya menghabiskan banyak uang, tergantung lokasi dan ukuran rumah yang Anda inginkan. Semakin besar dan lengkap fasilitas rumah maka semakin besar pula biaya yang perlu dikeluarkan.

Namun ada hal yang juga perlu diperhatikan saat membeli rumah seperti perawatan, sertifikat, pajak dan tagihan bulanan. Selain itu, beberapa dokumen juga perlu dipastikan agar rumah berdiri sesuai dengan ketentuan undang-undang. Tentunya hal ini membutuhkan biaya yang perlu dipersiapkan. Berikut adalah biaya tambahan yang diperlukan.

Jenis Biaya Tambahan Saat dan Setelah Membeli Rumah

sertifikat rumah

Membeli Rumah

  1. Biaya reservasi

    Biaya pertama yang harus dikeluarkan adalah biaya reservasi atau biaya pesanan satuan. Ini adalah tanda bahwa Anda benar-benar tertarik dan serius untuk membeli rumah tersebut. biaya reservasi ini adalah tanda menjadi pembelian dan hindari membeli rumah orang lain.

    Nilai biaya reservasi Ini juga bervariasi, tergantung masing-masing pengembang. Hal yang perlu diperhatikan biaya reservasi ini berbeda dari uang muka (DP). Namun, beberapa pengembang memiliki kebijakan akan menurunkan nilai DP sesuai biaya reservasi diterbitkan.

  2. Akte Notaris

    Biaya selanjutnya adalah pembuatan akta notaris atau lebih dikenal dengan nama kantor pembuat akta tanah (PPAT). Notaris ini diperlukan sebagai satu-satunya pihak yang berwenang untuk memberikan sahnya proses jual beli. Tanpa notaris, akta jual beli dan kepemilikan rumah akan dipertanyakan keabsahannya.

    Notaris ini biasanya disediakan oleh pihak pengembang. Namun, jika Anda memiliki notaris pilihan sendiri, maka itu diperbolehkan. Besaran nominal yang harus dikeluarkan bervariasi, tergantung dari banyaknya dokumen yang harus diurus dan ketentuan dari notaris itu sendiri.

  3. Biaya Peninjauan Sertifikat

    Sertipikat ini wajib dalam kegiatan jual beli rumah, dengan tujuan untuk menghindari sengketa tanah dikemudian hari. Dari sertifikat tersebut, Anda bisa melihat apakah rumah tersebut benar-benar milik pribadi atau masih milik penjual.

    Pemeriksaan dilakukan di kantor pertanahan di sekitar tempat tinggal. Untuk proses cepat, usahakan membawa surat keterangan asli, KTP, dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan tahun lalu. Sedangkan biayanya tergantung, tapi biasanya untuk cek sertifikat tanah dibutuhkan Rp 50.000. Jika Anda sibuk, jasa notaris juga bisa membantu mengecek akte rumah dengan perkiraan biaya Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

  4. Biaya Pengembalian Nama Status Kepemilikan Rumah

    Rumah yang dibeli tidak serta merta menjadi milik Anda sebelum Anda mengurus akta hak milik atas bangunan tersebut. Untuk rumah yang dibeli dari pengembang, untuk pengembang akan segera mengurusnya, jadi Anda hanya perlu menerimanya dengan bersih. Sedangkan untuk rumah yang dibeli dari orang lain, Anda perlu mengurus yang namanya retur secara mandiri.

    Umumnya, biaya transfer adalah 2% dari nilai transaksi atau harga rumah sebenarnya. Semakin mahal jumlah transaksi, semakin besar pula biaya transfer yang harus Anda bayarkan. Misalnya harga rumah Rp 1 miliar, maka biaya pengalihan nama Rp 20 juta. Biaya ini didasarkan pada peraturan daerah yang berlaku, serta berdasarkan luas tanah. Biaya jasa PPAT maksimal 1% dari harga rumah dan tanah ditambah biaya jasa informasi sertipikat tanah sebesar Rp50.000,-.

    Jika Anda ingin melakukan proses transfer secara mandiri, maka rumus total biayanya adalah sebagai berikut:

  5. Nilai Tanah (per meter persegi x luas tanah per meter persegi): 1.000
  6. Misalnya nilai tanah Rp 1.000.000/m2 dengan luas tanah 100 m2. Maka biaya administrasinya adalah Rp 1.000.000 x 100 : 1.000 = Rp 100.000. Rumus ini sebaiknya dijadikan patokan untuk menghitung biaya ganti nama rumah mandiri sesuai NJOP.

    Baca Juga: Contoh File Penyerahan Kunci Hipotek

  7. Biaya Rutin

    Biaya seperti listrik, air dan internet merupakan biaya rutin yang akan Anda bayarkan setelah pindah ke rumah baru. Biaya yang harus dibayar tergantung pada penggunaan masing-masing. Untuk itu, gunakanlah listrik dengan bijak agar biaya yang Anda keluarkan untuk pengeluaran rutin tidak membengkak setiap bulannya.

    Untuk menghemat, Anda bisa memanfaatkannya voucher atau uang kembali dari beberapa situs atau aplikasi yang bisa membayar secara online on line. Apa adanya uang kembalisetidaknya bisa lebih hemat karena kalau di hitung pasti angkanya juga lumayan.

  8. Biaya pembelian Mebel

    Menempati rumah baru rasanya kurang lengkap jika mebel yang berlaku. Mau tidak mau, Anda perlu membeli beberapa peralatan baru agar rumah terlihat penuh dan enak dipandang. Biaya membeli furnitur tentu tidak boleh dianggap remeh karena harga tiap barangnya saja bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta. Jika Anda membeli furnitur yang cukup banyak, Anda pasti harus siap membayar.

    Untuk lebih berhemat, coba cari referensi tentang harga berbagai merk furniture yang ada di toko tersebut on line. Kemudian, bandingkan dengan harga furnitur di toko tersebut luring dari merek yang sama. Jika harga furnitur on line lebih murah dan mendukung pengiriman ke alamat rumah Anda, lebih baik beli on line. Di sisi lain, Anda juga dapat menghemat waktu dan tenaga.

  9. Biaya Asuransi Rumah

    Tidak hanya Anda dan kesehatan Anda yang perlu diasuransikan, tetapi juga rumah yang Anda tinggali sekarang. Mengasuransikan rumah Anda dapat mengurangi risiko kerugian yang Anda alami jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di kemudian hari.

    Misalnya kebakaran, kebanjiran, atau beberapa bencana alam yang termasuk dalam polis asuransi perusahaan. Tanpa asuransi, biaya yang Anda tanggung saat terjadi bencana akan lebih besar.

    Biaya asuransi rumah yang harus dibayar sangat bergantung pada manfaat yang Anda dapatkan. Intinya, semakin besar premi maka semakin besar pula biaya perlindungan yang diperoleh, begitu pula sebaliknya. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan situasi keuangan Anda.

    Baca juga: Pengertian IMB dan SPPT PBB yang Wajib Diketahui Sebelum Membangun Rumah

  10. Biaya Renovasi Rumah

    Apalagi bagi Anda yang membeli rumah bekas, dalam arti sudah ditempati orang lain, maka Anda perlu menyediakan dana untuk membayar biaya renovasi tersebut. Kemungkinan besar rumah tersebut mengalami berbagai kerusakan.

    Terutama pada bagian seperti ubin, dinding, lantai, dan peralatan listrik. Total biayanya sendiri tergantung dari tingkat renovasi rumah, apakah renovasi kecil, sedang, atau besar.

    Agar lebih aman, sebaiknya siapkan dana dalam jumlah besar. Kalau misalnya dananya tidak terpakai, paling tidak saldonya bisa ditabung, diinvestasikan, atau dialihkan untuk membeli perabot rumah. Yang pasti menyiapkan dana besar bukanlah kerugian, melainkan keuntungan karena Anda bisa bernapas lega jika ternyata ada perbaikan yang memakan biaya besar.

  11. Biaya pajak

    Seperti transaksi jual beli pada umumnya, membeli rumah juga membutuhkan tambahan pembayaran bea masuk dan pajak. Pajak pertama adalah BPHT yang nilainya 5% dari total nilai transaksi dikurangi nilai objek pajak tidak kena pajak (NPOPTKP). Nilai NPOPTKP ditentukan oleh pemerintah daerah. Jadi, setiap provinsi memiliki NPOPTKP yang berbeda.

    Selanjutnya, karena rumah tersebut merupakan properti yang bernilai tinggi, maka pembeli diwajibkan membayar PPnBM. Jumlah yang harus dikeluarkan adalah 20% dari harga jual rumah. Namun perlu diperhatikan bahwa pajak ini baru dikeluarkan jika rumah yang dibeli memiliki harga jual lebih dari 20 Milyar sesuai tipenya. rumah kota jenis strata title atau non strata title.

    Pajak ketiga adalah PPN yang harus dibayar jika rumah yang dibeli merupakan properti baru (properti utama). Nilai yang harus dibayar adalah 10% dari harga beli dengan syarat minimal transaksi yang dikeluarkan adalah di atas 36 juta. Jadi, jangan lupa untuk memasukkan nilai bea dan pajak tersebut ke dalam anggaran Anda anggaran pembelian rumah.

    Berikutnya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Biaya tanah dan bangunan yang dibayarkan sangat bergantung pada luas total bangunan. Semakin besar, semakin mahal pajak bangunan yang harus dibayarkan ke kantor pajak. Biaya UN bersifat rutin dan harus dibayar. Jika tidak dibayar, maka Anda akan dikenakan denda atau sanksi tegas dari otoritas perpajakan. Jadi, bayar pajak dengan benar dan jadilah warga negara yang baik.

Siapkan Uang Yang Cukup!

Ternyata biaya yang haruspenutupan setelah membeli rumah yang cukup besar kan? Namun jangan khawatir, beberapa biaya yang disebutkan tidak rutin dibayarkan. Ada yang sekali seumur hidup, seperti biaya transfer. Namun setiap rumah pasti membutuhkan perawatan dan kebijakan pemerintah bersifat dinamis. Jadi pastikan Anda mengalokasikan dana yang cukup, terutama untuk memastikan Anda memiliki rumah yang nyaman dan berlisensi.

Baca Juga: Tips Cerdas Atasi Denda KPR yang Mengkhawatirkan Anda


Jenis Biaya Saat dan Setelah Membeli Rumah – Majikanpulsa.com

#Jenis #Biaya #Saat #dan #Setelah #Membeli #Rumah #Majikanpulsa.com

Source: www.cermati.com