Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham, Apa Saja? –

Majikanpulsa.com – Artikel Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham, Apa Saja? –

#Faktor #Penyebab #Naik #Turunnya #Harga #Saham #Apa #Saja

Naik turunnya harga saham adalah hal yang wajar. Adanya permintaan dan ketersediaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi. Harga saham, sekalipun termasuk dalam kategori blue chip, juga bisa mengalami penurunan. Di sisi lain, saham-saham yang masuk kategori Level Tiga bisa tiba-tiba mengalami kenaikan harga yang signifikan.

9 hal yang menyebabkan harga saham naik turun

Ada beberapa faktor fundamental yang dapat menyebabkan harga saham naik atau turun. Secara umum faktor-faktor tersebut diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang muncul dari dalam perusahaan.

Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar perusahaan. Faktor ini bisa dikatakan sulit untuk diatasi. Misalnya, ada masalah yang berkaitan dengan ekonomi makro. Dari kedua faktor tersebut, faktor eksternal lebih dominan mempengaruhi harga saham. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari penjelasan di bawah ini.

1. Kondisi Dasar Perusahaan

saham

Fundamental perusahaan merupakan faktor utama dibalik naik turunnya harga saham yang harus selalu diperhatikan saat berinvestasi. Saham perusahaan yang memiliki pondasi yang baik akan menyebabkan harga saham cenderung meningkat.

Saham perusahaan yang memiliki fundamental yang baik akan menyebabkan harga sahamnya naik. Sedangkan saham-saham perusahaan yang fundamentalnya buruk akan menyebabkan tren penurunan harga sahamnya.

2. Aksi Korporasi Korporasi

Harga saham

Aksi korporasi yang dimaksud disini adalah berupa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh manajemen perusahaan. Efeknya dapat mengubah hal-hal mendasar dalam perusahaan. Contoh aksi korporasi adalah pengambilalihan, merger, masalah yang benaratau pembuangan.

Kebijakan dasar ini secara otomatis akan mempengaruhi harga saham di bursa. Misalnya, PT APA memutuskan mengambil alih PT ITU. Kabar ini akan menimbulkan beberapa spekulasi hingga para pemain menganggap PT APA memiliki posisi yang lebih kuat dari PT ITU. Akibatnya, harga saham PT APA akan meningkat.

3. Proyeksi Kinerja Perseroan Kedepan

Kinerja perusahaan

Estimasi kinerja perusahaan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi volatilitas harga saham. Karena kinerja perusahaan dijadikan acuan oleh para investor dan analis fundamental dalam melakukan evaluasi terhadap saham perusahaan tersebut.

Diantara beberapa faktor yang paling disoroti adalah tingkat dividen kas, tingkat rasio utang, rasio nilai buku/Harga ke Nilai Buku (PBV), Laba per saham (EPS), dan tingkat keuntungan suatu perusahaan.

Perusahaan yang menawarkan rasio pembayaran dividen (DPR) yang lebih besar cenderung disukai investor karena dapat memberikan return yang baik. Dalam praktiknya, DPR berpengaruh terhadap harga saham. Selain itu, EPS juga berkontribusi terhadap perubahan harga saham. EPS yang tinggi mendorong investor untuk membeli saham tersebut yang menyebabkan harga saham menjadi lebih tinggi.

Tingkat debt ratio dan PBV juga berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Perusahaan dengan rasio hutang yang tinggi biasanya merupakan perusahaan yang sedang berkembang. Perusahaan biasanya akan agresif dalam mendapatkan pendanaan dari investor.

Meski begitu, perusahaan seperti ini biasanya juga mendapat banyak permintaan dari investor. Karena jika hasil analisisnya bagus maka saham tersebut akan memberikan return yang tinggi (pengembalian tinggi) karena kedepannya kapitalisasi pasarnya bisa meningkat.

Baca Juga: Day Trading Stocks: Cara Kerja dan Tips Trading Agar Menghasilkan Uang

4. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi harga saham meskipun kebijakan ini masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Banyak contoh kebijakan pemerintah yang menyebabkan fluktuasi harga saham, seperti kebijakan ekspor-impor, kebijakan perusahaan, kebijakan utang, kebijakan penanaman modal asing (PMA), dan lain sebagainya.

Jenis pemain saham bisnis biasanya sangat sensitif terhadap isu-isu sensitif seperti ini untuk mengambil keuntungan dengan berspekulasi dalam profit taking berdagang sehari-hari.

5. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah terhadap Mata Uang Asing

kursus rupiah

Kuat atau lemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing seringkali menjadi penyebab naik turunnya harga saham di bursa efek. Logikanya, ini masuk akal. Akibat dari fluktuasi nilai tukar tersebut dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif bagi perusahaan tertentu, terutama yang memiliki utang mata uang asing.

Perusahaan importir atau perusahaan dengan beban utang mata uang asing akan dirugikan karena melemahnya nilai tukar mata uang. Hal ini karena akan mengakibatkan kenaikan biaya operasional dan secara otomatis akan mengakibatkan penurunan harga saham yang ditawarkan. Sebagai contoh, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kerap melemahkan harga saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

6. Kondisi Dasar Ekonomi Makro

Ekonomi Makro Indonesia

Kondisi dasar ekonomi makro juga berdampak langsung pada naik turunnya harga saham, misalnya:

  • Kenaikan atau penurunan suku bunga karena kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve).
  • Kenaikan atau penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan nilai ekspor-impor secara langsung mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Tingkat inflasi juga menjadi faktor dalam kondisi ekonomi makro.
  • Pengangguran yang tinggi karena faktor keamanan dan gejolak politik juga secara langsung mempengaruhi kenaikan atau penurunan harga saham.

Selain faktor tersebut, hubungan antara suku bunga perbankan dan pergerakan harga saham juga sangat jelas. Saat suku bunga perbankan meroket, harga saham yang diperdagangkan di bursa akan cenderung turun tajam.

Ini dapat terjadi karena sejumlah alasan:

  • Pertama, ketika suku bunga bank naik, banyak investor mengalihkan investasinya ke instrumen perbankan seperti deposito. Dengan adanya kenaikan suku bunga, investor bisa mendapatkan keuntungan lebih jika dibandingkan dengan bermain saham.
  • Kedua, bagi perusahaan, ketika suku bunga bank meningkat, mereka akan cenderung meminimalkan kerugian akibat kenaikan biaya. Hal ini terjadi karena sebagian besar perusahaan memiliki hutang kepada bank.

7. Rumor dan Sentimen Pasar

Sentimen Pasar

Pasar saham sangat rentan terhadap manipulatif informasi, berita atau rumor. Hanya saja persoalan ketidaktahuan sumbernya dari mana yang bisa mempengaruhi naik turunnya harga saham.

Misalnya, seorang CEO atau direktur perusahaan tertentu membuat pernyataan negatif atau positif. Secara otomatis, harga saham perusahaan akan terkoreksi, baik naik maupun turun secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, para analis seringkali menjadikan faktor ini sebagai pertimbangan khusus sebelum memutuskan untuk membeli suatu saham. Mungkin dalam hal ini tidak mudah bagi investor baru untuk mengetahui bila mereka tidak berhati-hati dalam memperhatikan inside information yang berasal dari perusahaan.

Baca Juga: Grafik Saham: Jenis, Cara Membaca, dan Contoh

8. Faktor Manipulasi Pasar

Manipulasi Pasar

Manipulasi pasar saham juga umum terjadi dan secara langsung dapat mempengaruhi naik atau turunnya harga saham. Bagaimana ini bisa terjadi? Manipulasi pasar biasanya dilakukan oleh investor berpengalaman dengan modal besar dengan memanfaatkan media massa untuk memanipulasi kondisi tertentu untuk kepentingan mereka sendiri, baik untuk menurunkan atau menaikkan harga saham.

Namun, manipulasi pasar ini biasanya tidak berlangsung lama. Karena perusahaan masih memiliki aspek fundamental yang tercatat dalam laporan keuangannya yang dapat digunakan untuk mengembalikan harga saham ke keadaan semula.

9. Faktor Panik

Harga Saham Terbaru

Faktor kepanikan ini juga dapat secara langsung mempengaruhi fluktuasi harga saham. Ambil kasus tahun 2006, ketika muncul berita di media massa tentang meledaknya salah satu pipa milik Syarikat Gas Negara (PGN) akibat semburan lumpur Lapindo. Munculnya kabar ini berdampak langsung pada harga saham PGN yang berkode saham PGAS. Pasalnya, banyak investor yang menjual saham PGAS.

Namun setelah dilakukan analisa terhadap pipa yang pecah tersebut, ternyata kejadian tersebut tidak berdampak signifikan terhadap bisnis Syarikat Gas Negara (PGN) secara keseluruhan. Akhirnya, sehari kemudian, harga saham PGAS mulai naik lagi.

Selalu Waspada dan Jangan lengah

Sebagai investor atau pemain saham, sangat penting untuk terus memantau pergerakan harga saham. Dengan melihat faktor-faktor tersebut di atas, setidaknya risiko dapat dihindari atau diharapkan minimal. Kerugian yang ditimbulkan tidak sebesar yang Anda tidak tahu sama sekali mengenai faktor-faktor tersebut. Jadi, selalu waspada dan jangan terlambat.

Baca Juga: Perbedaan Reksa Dana Saham dan Saham Juga Masing-Masing Menguntungkan

#Faktor #Penyebab #Naik #Turunnya #Harga #Saham #Apa #Saja Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham, Apa Saja? –

sumber: www.cermati.com