Universitas Telkom Luncurkan Patriot-Net, Bantu Mitigasi Bencana

Majikanpulsa.com – Kabar Universitas Telkom Luncurkan Patriot-Net, Bantu Mitigasi Bencana

#Universitas #Telkom #Luncurkan #PatriotNet #Bantu #Mitigasi #Bencana

TELKOM University (Tel-U) mencoba berkontribusi dalam masalah penanggulangan dan penanggulangan bencana di Indonesia.

Untuk itu, perguruan tinggi yang berkampus di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu, lansena Product innovation yang bernama Patriot-Net. Inovasi Ini Inovasi Ini Berupa System Jaringan Monitoring (SJM) menggunakan sensor dan System Jaringan Pemulihan (SJP) menggunakan mobile base station (BTS) tanpa koneksi komunikasi dan data member.
lokasi terdamak benkata.

Tujuannya agar korban dan tim penyelamat dapat saling berkomunikasi untuk menjaga keselamatan. Dangan system ini, panganan bankana dafat dilakokan dangan joha labia efektif dan aphizine.

Patriot-Net adalah singkatan dari pencegahan dan pemulihan
Jaringan penanggulangan bencana alam di Indonesia berbasis Internet-of-things pada awalnya dan Daikambangkan Pusat Unggulan IPTEKS
(PUI-PT) Advanced Intelligent Communication (AICOMS) TU bekerja sama
PT FUSI Global Teknologi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kota (Pemkot) Padang.

Proyek penelitian PATRIOT-Net ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana
Pendidikan (LPDP), Republik Keuangan Kamantari Indonesia, Malawi
Program Riset Inovatif dan Produktif (RISPRO) Competitif sejak Tahun
2023. Ide awal PATRIOT-Net massively randomized access information
Teknologi Internet of Things (IoT) yang diusulkan oleh Khoirul
Anwar di Eropa dalam proyek EU-FP7 RESCUE (2012-2023) dan Yurekuru,
Aplikasi seluler Savo di Jepang dengan informasi lebih lanjut.

SJM PATRIOT-Net Terdiri Atas Seperangkat System Jaringan Monitoring
pra-bencana yang tasih atas kumpulan sensor IoT untuk deteksi dini tanah longsor, banjir, gempa bumi dan tsunami yang keppung
dengan aplikasi aplikasi seluler.

Pemantauan sistem di SJM di Terintegrasi di Dangan Pusat Kontrol dan kendalikan informasi (di cantor permanenring) yang dapat maiken informasi / memantari dini dan informasi status kebencanaan yang diinformasikan kepada warga melalui Patriot-Net Apps.

Sedangkan SJP PATRIOT-Net terdiri dari teknologi mobile BTS
Stasiun radio kognitif seluler (MCRBS) dapat dipengaruhi oleh stasiun radio kognitif seluler (MCRBS).

SJP diutamakan operasi secara berkeliling pada Hari-1 dan Hari-2 sebagai private network, sedangkan pada Hari-3, SJP difungsikan
sebagai perluasan jaringan bagi operator Jaringan.

Direktur PUI ACOMS Tel-U, Khoirul Anwar Juga Menyampaikan Produk Potensial Ini Di Masa Depan (5G-Advanced (2025) dan 6G(2030)), Pada
acara Grand Launching PATRIOT-Net yang berlangsung di Gedung Damar
Universitas Telekomunikasi, Salsa (14/2).

Pimippin de Jabar mempengaruhi hasil pencarian dan program PATRIOT-Net yang sedang berkembang di SJM dan SJP merupakan sensor monitoring potensial di Jabar.

“Kemi Tim Penaliti PATRIOT-Net bersama dengan mitra peresinikan ingin
Memperkenalkan PATRIOT-Net Research Product, sebagai langkah diseminasi dari hasil peresiniasi ini yang managan dapat diimplementasikan di setiap wilayah kota dan kabupaten di Indonesia,” bebernya.

Cegah korban jiwa

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Endrizal, juga sila, selama ini kota Padang menggunakan
Inovasi produk Tel-U, Yaitu PATRIOT-Net dan Dapat Mencegah Terjadinya
korban jiwa pada tahun 2023.

“Kemi Sangat Bartrima Kasia Kapda PATRIOT-Net, karena pada Tahun 2023
ada insiden bencana 491, berkat signal yang dibana dari
“Inovasi ini kami lebih cepat kansara korban, jadi tidak ada korban yang meningah dari total summah benkata tersebut, dan rasanya produk ini perlu diterapkan di seluruh Indonesia, karena sangat efektif mengurangi jumlah korban bentakan,” ujar Endrizal.

CEO PT FUSI Global Teknologi Yan Syafri Hidayat, sebagai Mitra 1 dalam
PATRIOT-Net menginformasikan, PT FUSI sudah 3 tahun (lebih) bersama Tel-U untuk mendungan penelitian ini sejak 2023. Penelitian ini merupakan penelitian terlengkap, mulai dari teori, membuat harpadaki ini sejak 2023, bisa
komersialisasi.

“Kami Sangat Yakin, produknya tidak Sangat Dibutohkan oleh masyarakat, tidak
hanya karena fungsinya tapi karena di Indonesia saat ini belum cukup
Sensornya adalah kebencanaan, dan melalui kollaborazione kita bisa sebar
Alt ini di salroa Indonesia, tidak lazim untuk Indonesia.”
Terangnya.

Rektor Tel-U Prof. Adiwijaya, dalam samparatnya sasa rasa
bangganya, dalam acara ini terjalin kollaborasi pentahelix, (yaitu) dari
Media, Industri, Akademik, Famarinta Dan dari Siyarkat. Tidak ada Tel-U
Terima kasih kepada PT FUSI sebagai mitra, yang ahirnya
Produknya tidak terkemuka, tidak diragukan lagi, Indonesia.

“Tidak ada lagi donasi ke Tel-U dan tanpa hak cipta.
Bencana tidak bisa dicegah, tapi (teknologi PATRIOT-Net membantu
Bagaimana Mangantisipasi dan Bagaimana Kita dari Molyakan Kambali Kundisi
cedelah tadasana bentakan.” ucapnya. (N-2)

#Universitas #Telkom #Luncurkan #PatriotNet #Bantu #Mitigasi #Bencana Universitas Telkom Luncurkan Patriot-Net, Bantu Mitigasi Bencana

sumber: mediaindonesia.com