Ribuan karung beras dicuri dari pedagang, bos Bulog sudah curiga

Majikanpulsa.com – Polda Banten menangkap 350 ton beras Bulog yang telah dikemas ulang. 7 tersangka dan 50 bundel uang kertas disita sebagai bukti penyimpangan dalam pendistribusian beras. Budi Waseso, Direktur Utama Perum Bulog, menyatakan bahwa Pelaku menjual beras dengan harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Satgas Pangan telah dikirim untuk mengungkap kejahatan perlindungan konsumen dan persaingan dagang.

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 350 ton beras Perum Bulog yang telah dikemas ulang diamankan Polda Banten. Sebagai bukti dugaan penyimpangan dalam pendistribusian beras Bulog, dengan 7 tersangka dan 50 bundel uang kertas.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengaku telah melihat perilaku penyimpangan beras Bulog. Penangkapan 7 pelaku, jelasnya, merupakan tindak lanjut dari sidak yang dilakukan di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, pekan lalu.

“Yang saya inginkan pekan lalu terbukti, dan saya yakin ini akan dibereskan oleh Polri siapa dalangnya dan siapa yang terlibat dalam kasus ini,” kata Budi Waseso kepada wartawan Polda Banten, Serang, Banten, Jumat. (10/2). /2023).

“Naluri kepolisian saya, karena saat itu saya melakukan sidak (sidak) dengan wartawan dan saya tidak melanggar seperti yang ditemukan Polda Banten. Tidak ada yang membeli beras Bulog seharga Rp8.300, kemudian diganti dengan harga premium. Otomatis masyarakat beli 12.000,” imbuhnya.

Beras tersebut dikemas ulang ke dalam karung dengan merek lain. Menurut Budi Waseso, beras tersebut dijual melebihi dari yang seharusnya dan diduga juga akan dikirim ke Timor Leste.

Menurut Budi Waseso, beras Bulog yang disalurkan melalui operasi pasar seharusnya mengintervensi harga beras yang naik beberapa bulan terakhir. Karena itu, kata dia, beras Bulog dilepas dengan harga pemerintah Rp 8.300 per kg. Dengan itu, konsumen akhir bisa menikmati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.450 per kg.

Akibat ulah para pelaku yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya, harga beras di dalam negeri tidak kunjung turun. Padahal, Bulog sudah menjual ratusan ribu ton beras melalui operasi pasar. Termasuk bagian dari 500 ribu ton beras impor yang diberikan pemerintah kepada Bulog.

Kabid Humas Polda Banten Didik Hariyanto menjelaskan ada 6 cara yang dilakukan terhadap tersangka.

Yaitu mengemas kembali (repacking) beras Bulog menjadi beras premium dengan berbagai merek, mencampurkan beras Bulog dengan beras lokal, menjual beras dengan harga HET, memanipulasi DO (delivery order/shipping) dari distributor atau rekanan Bulog, pergi ke penggilingan beras seolah-olah sedang membudidayakan merek sendiri dan memonopoli tata niaga,” jelasnya.

“Kami memberangkatkan Satgas Pangan yang segera bergerak cepat mengungkap kejahatan perlindungan konsumen dan persaingan dagang dengan mengemas kembali beras Bulog ke dalam kemasan merek lain”, kata Didik.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kabar buruk! Stok Beras Bulog Akan Pecahkan Rekor Terendah

(dce/dce)


#Ribuan #karung #beras #dicuri #dari #pedagang #bos #Bulog #sudah #curiga Ribuan karung beras dicuri dari pedagang, bos Bulog sudah curiga

Source: www.cnbcindonesia.com