91 Puskesmas Yogyakarta Telah Memiliki Alat USG Sesuai Instruksi Jokowi

Majikanpulsa.com – 91 dari 121 Puskesmas di Yogyakarta sudah menggunakan alat USG untuk ibu hamil, sedangkan 29 lainnya akan diisi tahun ini. Presiden Joko Widodo memerintahkan semua Puskesmas dan Posyandu di Indonesia untuk menyediakan alat USG dan Kit Antropometri sampai 2023. Hal ini untuk membantu intervensi stunting yang dilakukan sebelum ibu melahirkan bayinya. Pemerintah juga memfasilitasi dengan skema pendanaan lain melalui DAK di Kementerian Kesehatan.

TEMPO.CO, Jakarta – Sebanyak 91 dari 121 Puskesmas di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah menggunakan alat USG (USG ) untuk ibu hamil, sedangkan 29 puskesmas lainnya akan diisi pengadaannya tahun ini.

Pengadaan alat ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyediakan alat USG hingga Kit Antropometri di setiap Puskesmas dan Posyandu di Indonesia.

Tegalrejo Suharno, Kepala Puskesmas Tegalrejo, mengaku bersyukur atas penerapan alat USG dan Antropometri di Puskesmas tersebut. Sehingga, kata dia, puskesmas dapat memberikan pelayanan secara utuh dan menyeluruh kepada masyarakat, khususnya Antenacal Care (ANC).

“Karena ada beberapa kasus yang bisa diidentifikasi dengan USG. Dengan USG, screening bisa dilakukan dari awal,” kata Suharno dalam keterangannya, Sabtu, 11 Februari 2023.

Suharno menjelaskan pemeriksaan USG ibu hamil di Puskesmas Tegalrejo sudah dilakukan sejak tahun 2015, mengingat Puskesmas tersebut merupakan salah satu puskesmas rawat jalan bersalin. Namun, Suharno menyebutkan USG tidak wajib kecuali ada indikasi medis.

Dengan penambahan satu alat USG, Suharno menyatakan proses skrining pasien Antenatal Care rawat jalan dan persalinan dapat berjalan dengan baik.

“Sebelum USG tahun 2023, puskesmas memiliki USG terbaru tahun 2023, lalu ada dokter yang bisa melakukan USG. tapi kendala nya usg nya naik turun. Rawat Inap di atas, kalau hari ANC kita turunin alatnya biar gampang rusak alat USGnya. Jadi sangat terbantu sejak ada USG 2023.” kata penanggung jawab Program Kesehatan dan Penunjang Perorangan (UKPP) Puskesmas Tegalrejo, Theresia Arie Kristanti.

Pemenuhan USG ibu hamil merupakan faktor pendukung untuk melaksanakan kewajiban antenatal care dengan pemeriksaan dokter dan USG mulai Oktober 2023. Dan USG kedua dilakukan pada kunjungan kelima (K5) atau antara 30-32 minggu. kehamilan.

Dengan tambahan alat USG ini, Kristanti menyebut jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan K1 terus meningkat. Peningkatan jumlah pasien ini membuat Puskesmas memiliki dua kasus janin tidak berkembang. .

“Kami sudah memasukkan kasus janin yang tidak berkembang (kehamilan kosong) dengan baik sejak trimester 1, sehingga harus diterminasi. Kedua, kami menemukan bahwa janin anencephaly, hanya otak yang terlihat, tengkoraknya tidak ada,” ujar Kasie Kesga Gizi Kota Yogya, Rizka Novriana.

Jokowi Minta 2023 Seluruh Puskesmas memiliki alat USG

Jokowi menyediakan alat USG hingga Kit Antropometri di setiap Puskesmas dan Posyandu di seluruh Indonesia selesai pada tahun 2023.

“Tahun ini harus 100 persen,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, menyebut perintah Jokowi, saat dipanggil Presiden untuk membahas kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2023. , 2023.

Tak hanya memberikan alat, Jokowi juga memberikan target 80 persen dari jumlah bayi yang ditimbang dan diukur. Kemudian, personel yang mengoperasikannya juga harus terampil. Untuk mencapai target tersebut Kementerian Kesehatan akan merilisnya.

Anggaran dari pemerintah daerah juga bisa digunakan. Kalaupun daerah keberatan karena kemampuan fiskalnya, Muhadjir mengatakan pemerintah sedang menyiapkan skema pendanaan lain melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kementerian Kesehatan.

Upaya mencapai stunting

Pengadaan alat USG dan Antropometri di seluruh Puskemas merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Perintah penyediaan USG dan alat ukur bayi lainnya juga disampaikan Jokowi di acara BPN Badan (BKKBN) acara pada 25 Januari.

Muhadjir mengatakan, pemerintah benar-benar menyisir daerah yang masih kurang USG, Kit Antropometri, dan alat ukur bayi lainnya. Dikatakannya, keberadaan alat ini sangat penting karena intervensi stunting akan lebih mudah dilakukan sebelum ibu melahirkan bayinya.

Baca Juga: Jokowi Minta Semua Puskesmas Memiliki Kit USG dan Antropometri Tahun Ini

#Puskesmas #Yogyakarta #Telah #Memiliki #Alat #USG #Sesuai #Instruksi #Jokowi 91 Puskesmas Yogyakarta Telah Memiliki Alat USG Sesuai Instruksi Jokowi

Source: nasional.tempo.co