Keluarga Yunita Cabuli Menyangkal 17 Anak di Jambi: Ia Diperkosa



Jambi, CNN Indonesia

Keluarga menolak untuk pergi penodaan yang dilakukan Yunita (20) kepada 17 anak Jambi. Ibu muda ini bahkan menjadi korban perkosaan anak tetangga.

MS (25), kakak perempuan Yunita, menuturkan pemerkosaan terjadi di rumah Yunita yang tinggal di Desa Rawasari, Kota Jambi, sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis (2/2).

Sebanyak delapan anak berusia di atas 15 tahun memaksa wanita ini masuk ke kamar. Yunita ditahan dua kali, jadi dia tidak bisa bergerak. Pemerkosaan juga terjadi.

“Yang kami tahu sebenarnya yang terjadi, adik kami Yunita diperkosa. Saat itu anaknya (yang masih bayi) diajak oleh salah satu keponakannya untuk keluar rumah. Dia (Yunita) didorong ke dalam kamar, pintunya dikunci. Lalu, dia main. Betul. Saat itu, suaminya sedang keluar berobat,” ujarnya, Kamis (2/9).

Pasca kejadian pemerkosaan, Yunita mengatakan suaminya tetap menjadi ketua RT dan warga sekitar, hingga mediasi.

Sejumlah pemerkosa anak telah mengakui perbuatannya. Proses mediasi yang dihadirkan sang suami kepada keluarga Yunita di Penyengat Rendah, Telanaipura, Kota Jambi.

Namun, proses mediasi belum selesai hingga dilanjutkan pada Jumat (3/2) siang. Saat itu, keluarga Yunita, termasuk ayah dan kakaknya, hadir dalam proses mediasi tersebut.

Dalam proses mediasi kedua, kata Meri, gambaran sang anak berbeda dengan sebelumnya. Anak-anak ini mengatakan bahwa Yunita-lah yang melecehkan mereka, dan anak-anak ini telah terpapar video porno.

“Jumat itu adik saya yang melakukan itu ke orang-orang itu, mereka ditangkap. Jadi, mereka malah minta dikembalikan. Bahkan Yunita disalahkan. Setiap anak yang bertanya, memberikan informasi yang sama,” ujarnya.

Ada pembicaraan tentang perdamaian, tetapi ini tidak terwujud. Orang tua tidak meminta maaf, sesuai dengan permintaan Yunita. Orang tua dari anak-anak tersebut justru melapor ke Polda Jambi karena diduga Yunita telah mengambil keputusan terhadap beberapa anak dengan menggunakan rental PlayStation.

“Anak-anak itu malah minta lapor ke Polda Jambi. Tapi kami masih menunggu kelanjutan mediasi,” kata Meri.

Kabar dari media massa diketahui keluarga Yunita. Tak lama kemudian, di hari yang sama, keluarga ini juga membuat laporan ke Polres Jambi dengan pengakuan Yunita mengadopsi anak.

Dan sang suami, kata Meri, tidak membela Yunita. Orang ini sebenarnya memberikan informasi yang tidak benar kepada Polda Jambi.

Menurutnya, Yunita tidak bisa mengancam akan membunuh anaknya sendiri karena sudah selesai. Yunita sebenarnya adalah sosok yang sangat menyayangi anak dan adik perempuannya.

“Dia sayang anak-anak. Banyak saudara di rumah ini, semuanya dekat dengannya,” ujarnya.

Pernyataan Polda Jambi bahwa Yunita melakukan pelecehan seksual sejak 24 Januari hingga Februari 2023 juga tidak diterima pihak keluarga. Apalagi saat itu suami Yunita dikabarkan sering berada di rumah karena sakit sehingga bisa melihat aktivitas Yunita.

“Semua itu tidak pernah benar. Video porno itu (yang menjadi barang bukti) pasti tidak benar, karena yang disita adalah ponsel suaminya. telepon selular Yunita rusak, dan masih bersama kami,” kata Meri.

Sampai saat ini pihak keluarga Yunita belum meminta keterangan kepada tim Polda Jambi, mereka merasa penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian tidak memungkinkan. Sedangkan laporan di Polres Jambi belum menunjukkan perkembangan.

“Belum ada pembangunan. Sepertinya belum diproses,” kata Meri.

Sagap (50), ayah kandung Yunita, meminta polisi mengusut tuntas.

“Apa yang kita harapkan dari polisi, bisa diusut dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polda Jambi, Kompol Afrito Marbaro menyampaikan laporan bahwa Yunita dilaporkan sebagai korban, proses penyidikan masih berjalan. Sementara pihak kepolisian Jambi masih melakukan verifikasi dan menunggu hasil visa.

“Kami masih menyelidiki dan memverifikasi laporan tersebut. Kami masih mengumpulkan bukti. Kami masih menunggu hasil visa. Bukti sedang dikumpulkan dan sampel spermanya,” ujarnya.

PPA Provinsi Jambi menilai anak-anak adalah korban

Meski Yunita mengaku sebagai korban, UPTD PPA Provinsi Jambi tetap meyakini 17 anak tersebut memang korban dari rangkaian kekerasan seksual yang dilakukan Yunita. UPTD PPA telah melakukan pendekatan dan observasi terhadap korban, sehingga mereka memberikan informasi yang konsisten.

“Nanti ada pembuktian hukum. Saya lihat anak-anak ini konsisten. Saya yakin anak-anak ini benar-benar korban. Yang disebut anak kecil. Dan yang 15 tahun masih mimpi basah,” ujar Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi , Asi Noprini.

Saat ini, kata Asi, hingga delapan anak masih menjalani rehabilitasi di Balai Alyatama. Selain itu, ada yang sudah pulang dan tidak bisa melakukan rehabilitasi di panti, karena keluarga bisa merawat dan memulihkannya.

Polda Jambi menyebut Yunita melakukan serangkaian kekerasan seksual di rumahnya. Anda dapat menggunakan rental PlayStation untuk merayu agar korban memenuhi keinginannya yang tidak wajar, termasuk menyentuh bagian pribadi korban.

Para korban dipaksa untuk menyentuh payudaranya. Kalau tidak, korban tidak bisa pulang atau pintu tidak dibuka.

Selain perkosaan, para korban diminta untuk menonton aktivitas seksual dengan suaminya melalui jendela, dan juga diminta untuk menonton film porno. Suami Yunita ini sebelumnya tidak mengetahui perbuatan tersebut.

Polda Jambi menyebut Yunita juga berhasil memperbesar payudara empat gadis remaja dengan menggunakan pompa ASI. Namun, hanya satu yang bisa menjadi korban untuk merasakan sakitnya.

Menurut hasil pemeriksaan terhadap suami dan ibu mertua Yunita, ia dinilai memiliki perilaku hemat. Itu akan membunuh anak jika suaminya tidak melayani. Temuan tersebut akan dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan psikiatri dalam waktu 14 hari.

(msa/isn)



[Gambas:Video CNN]



Keluarga Yunita Cabuli Menyangkal 17 Anak di Jambi: Ia Diperkosa

#Keluarga #Yunita #Cabuli #Menyangkal #Anak #Jambi #Diperkosa

Source: www.cnnindonesia.com