Jokowi Sebut Penurunan IPK Kecil Dampaknya, Investor Lebih Peduli IRR

Majikanpulsa.com – Summarize this content to 69 words
JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang turun hingga 34 poin tidak akan menarik investasi masuk ke Indonesia. Menurut Jokowi, investor hanya akan melihat keuntungan dari modal yang ditanamkan di Indonesia.
“Ya, ini pertemuan kedua yang kita adakan dan akan menjadi koreksi dari pemerintah untuk membenahi (IPK). Bahwa itu akan membahas investasi di Indonesia, saya kira tidak,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (7/2).
Keyakinan ini didasarkan pada perhitungan keuntungan yang dapat diperoleh investor. Menurutnya, hal penting yang diperhatikan investor adalah Tingkat Pengembalian Internal (IRR).
“Investor dihitung untung besar atau tidak. Berapa IRR-nya, biasanya seperti itu,” ujar Kepala Negara.
Kendati demikian, Jokowi tak memungkiri ada dampak kecil dari turunnya IPK Indonesia. “Tapi hanya sedikit, ya,” aku Jokowi.
Transparency International Indonesia (TII) sebelum IPK Indonesia tahun 2022 berada pada skor 34, turun dari skor 38 hingga tahun 2021.
“CPI (Corruption Perceptions Index) Indonesia 2022 kita di peringkat 34, peringkat 110. Dibandingkan tahun lalu, turun empat poin dan turun 14 peringkat,” kata Wakil Sekjen TII Wawan Suyatmiko dalam jumpa pers di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (31/10/2018). 1).
IPK Indonesia tahun 2022 mengalami penurunan terparah dalam sejarah reformasi. Skor tersebut berdasarkan indikator 0 sangat korup, hingga 100 berarti sangat bersih.
Wawan menjelaskan, di tingkat ASEAN, Indonesia berada di bawah Singapura dengan IPK 83, Malaysia 47, Timor Leste dan Vietnam 42, serta Thailand 36. Menurutnya, Indonesia hanya bisa menaikkan skor IPKnya dua poin, dari skor 32 dalam dekade terakhir sejak 2012. .
Hal itu, kata dia, diawali oleh praktik korupsi yang masih berlangsung, bahkan terus memburuk akibat kurangnya dukungan nyata dari para pemangku kepentingan.
“Skor ini turun empat poin dari tahun 2021 atau penurunan paling drastis sejak tahun 1995,” pungkas Wawan.

Editor: Estu Suryowati Wartawan : Muhammad Ridwan

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang turun hingga 34 poin tidak akan menarik investasi masuk ke Indonesia. Menurut Jokowi, investor hanya akan melihat keuntungan dari modal yang ditanamkan di Indonesia.

“Ya, ini pertemuan kedua yang kita adakan dan akan menjadi koreksi dari pemerintah untuk membenahi (IPK). Bahwa itu akan membahas investasi di Indonesia, saya kira tidak,” kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (7/2).

Keyakinan ini didasarkan pada perhitungan keuntungan yang dapat diperoleh investor. Menurutnya, hal penting yang diperhatikan investor adalah Tingkat Pengembalian Internal (IRR).

“Investor dihitung untung besar atau tidak. Berapa IRR-nya, biasanya seperti itu,” ujar Kepala Negara.

Kendati demikian, Jokowi tak memungkiri ada dampak kecil dari turunnya IPK Indonesia. “Tapi hanya sedikit, ya,” aku Jokowi.

Transparency International Indonesia (TII) sebelum IPK Indonesia tahun 2022 berada pada skor 34, turun dari skor 38 hingga tahun 2021.

“CPI (Corruption Perceptions Index) Indonesia 2022 kita di peringkat 34, peringkat 110. Dibandingkan tahun lalu, turun empat poin dan turun 14 peringkat,” kata Wakil Sekjen TII Wawan Suyatmiko dalam jumpa pers di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (31/10/2018). 1).

IPK Indonesia tahun 2022 mengalami penurunan terparah dalam sejarah reformasi. Skor tersebut berdasarkan indikator 0 sangat korup, hingga 100 berarti sangat bersih.

Wawan menjelaskan, di tingkat ASEAN, Indonesia berada di bawah Singapura dengan IPK 83, Malaysia 47, Timor Leste dan Vietnam 42, serta Thailand 36. Menurutnya, Indonesia hanya bisa menaikkan skor IPKnya dua poin, dari skor 32 dalam dekade terakhir sejak 2012. .

Hal itu, kata dia, diawali oleh praktik korupsi yang masih berlangsung, bahkan terus memburuk akibat kurangnya dukungan nyata dari para pemangku kepentingan.

“Skor ini turun empat poin dari tahun 2021 atau penurunan paling drastis sejak tahun 1995,” pungkas Wawan.

Editor: Estu Suryowati

Wartawan : Muhammad Ridwan

#Jokowi #Sebut #Penurunan #IPK #Kecil #Dampaknya #Investor #Lebih #Peduli #IRR Jokowi Sebut Penurunan IPK Kecil Dampaknya, Investor Lebih Peduli IRR

Source: www.jawapos.com